Setelah algoritma, yang tersisa adalah manusia.
Di tengah dunia yang kian dikuasai algoritma, buku ini mengajak pembaca merenungkan kembali apa yang membuat manusia tetap manusia.
Bergerak lintas filsafat Barat dan khazanah pemikiran Islam, buku ini menelusuri batas antara kecerdasan dan kebijaksanaan, data dan makna — hingga kembali pada satu pertanyaan purba: bagaimana manusia mengenal dirinya dan Tuhannya di tengah kemajuan zaman.