Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membentuk peradaban baru, manusia dihadapkan pada pertanyaan tentang kebebasan, moralitas, dan makna kemanusiaan.
Buku ini menghadapkan pemikiran Kant, Foucault, Al-Ghazali, dan Al-Qur’an pada realitas algoritma, big data, dan kecerdasan buatan. Melalui dialog lintas zaman, penulis menelaah hubungan antara teknologi, moralitas, kekuasaan, dan kebebasan untuk menjawab satu pertanyaan mendasar: masihkah manusia menjadi pengendali, atau justru dikendalikan oleh dunia yang ia ciptakan sendiri?
Sebuah refleksi tentang data, dosa, kebebasan, dan pencarian makna menjadi manusia di era digital.